“Amal seorang hamba pertama kali di hisab pada hari kiamat adalah shalat, apabila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya dan apabila shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya “ HR. Thabrani 1880

Dan pada sebuah Hadits, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

“Di akhirat nanti, ada seorang laki-laki yang mengerjakanshalat selama 60 tahun, tetapi tidak ada satu shalat pun yang diterima darinya . Barangkali ia menyempurnakan ruku’, tetapi tidak menyempurnakan sujud, dan menyempurnakan sujud tetapi tidak menyempurnakan ruku ‘” HR.Al-Ashbahani

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, orang-orang yang khusyuk dalam salatnya”. QS.23 Mu’minuun: 1-2

Setelah Allah menyebutkan sebagian sifat-sifat mereka, kamudian Dia menyebtukan balasan mereka:

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, yakni yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. QS. 23 Mu’minuun: 9-10

Ibnul Qoyyim rahimhullah berkata: Manusia di dalam masalah shalat terbagi menjadi beberapa tingkatan:

Pertama: Tingkatan orang yang zalim terhadap dirinya sendiri dan lalai dengan shalatnya. Dialah orang yang shalat dengan wudhu’ yang tidak sempurna, shalat tidak pada waktunya, batas-batasnya dan tidak menyempurnakan rukun-rukunnya.

Kedua: Orang yang semata-mata menjaga waktu, batas-batas shalat dan rukun-rukunnya yang lahiriyah dan menjaga waudhu’. Namun dia tidak berusaha melawan bisikan-bisikan maka dia terhanyut dalam bisikanbisikan dan pikiran-pikirannya di dalam shalat.

Ketiga: Barangsiapa yang menjaga batas-batas shalat dan rukun-rukunnya, dan bersungguh-sungguh mengarahkannya jiwanya dalam melawan bisikan-bisikan dan fikiran-fikiran yang menggoda di dalam shalatnya, maka dengan hal tersebut sesungguhnya dia telah menyibukkan dirinya dalam menghadapi musuhnya agar musuhnya itu tidak mencuri shalatnya, maka dengan seperti ini dia berada dalam sholat dan jihad.

Keempat: Orang yang apabila bangkit menunaikan shalat maka dia menyempurnakan hak-hak, rukun-rukun dan aturan-atauran shalat, hatinya dikerahkan untuk menjaga tuntutan-tuntutan shalat, agar dia tidak menyia-nyiakan sedikitpun dari ibadah shalatnya.

Bahkan, seluruh potensi dan semangatanya tercurah untuk menyempurnakan penegakan shalat sebagaimana mestinya, maka dengan ini sungguh hatinya telah terarah pada perkara shalat dan ubudiyahnya kepada Allah swt.

Kelima: Orang yang bangkit menegakkan shalat dengan cara seperti di atas, bersamaan dengan itu dia hatinya tertumpah di hadapan Allah Azza Wa Jalla, dia melihat Allah dan menyadari akan pengawasan Allah, hatinya cinta kepadaNya dan mengagungkanNya sekan dia melihat Allah.

Semua bisikan dan lintasan-lintasan pikiran telah terhapus, telah terangkat dinding antara dirinya dan TuhanNya, maka orang yang seperti ini di dalam perkara shalat lebih utama dan lebih agung dari pada jarak yang memisahkan langit dan bumi, orang yang seperti ini sedang sibuk dengan bermunajat kepada Tuhannya swt di dalam shalatnya.

Mari kita koreksi diri, termasuk golongan manakah kita? Tidak kah kita ingin memperbaikinya? Melihat ke atas dalam hal ibadah ialah baik sekali, dan mari kita sama-sama berusaha lebih baik

4 Tips Shalat Khusyu ini akan kami usahakan diperjelas agak lengkap dengan dalil baik dari Qur’an maupun haditsnya agar lebih mantap, yakin & akurat, tidak dibuat-buat tanpa dasar Qur’an & Hadits.

LANGSUNG SAJA MARI KITA BAHAS 4 Tips Shalat Khusyu YANG BAIK UNTUK DICOBA UNTUK MENCAPAI SHALAT LEBIH KHUSYU:

1. Jangan pernah berfikir jika kita masih bisa hidup setelah shalat.

Kita harus yakin jika shalat ni ialah sebagai shalat terakhir kita dimuka bumi ni, sering kita dengar si fulan meninggal seusai shalat, si fulan meninggal setelah adzan, imam fulan meninggal saat sujud dan lainnya. Si fulan meninggal saat tengah judi, maksiat dan lainnya.

Mungkin ini ialah shalat terahir di dunia, setelah itu, kita harus relakan suami / istri kita seorang diri, anak kita menjadi yatim piatu, mungkin nanti malam ialah malam pertama dalam liang kubur, semua harta yang kita kumpulkan tak akan kita bawa, & menjadi hak saudara kita, wajah elok & cantik yang kita banggakan dalam sekejap akan berubah busuk.

Dari Abi Ayyub ra bahwa Nabi saw bersabda: Apabila engkau mendirikan shalat maka maka shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah”. (Musnad Imam Ahmad: 5/412)

“Orang yang akan Berpisah” yang dimaksud disini ialah seperti halnya orang yang akan berpisah nyawa & raganya, akan berpisah dengan semua anak istri, harta, tahta, segala dunia berganti dengan malam pertama di liang kubur yang gelap, sunyi, sepi, dingin, sendiri, tiada teman disisi.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita sedikit singgung pengertian KHUSYU yang dimaksud Qur’an. Kami bahas disini karena ada hubungannya dengan KEYAKINAN MENGHADAP ALLAH, AKHIRAT, SEKARAT MAUT, KUBUR, DAN SEBAGAINYA

Kita mulai dari kata KHUSYU dalam Qur’an:

QS.88 Ghaasyiyah:2.Banyak muka pada hari itutunduk terhina

QS.79 An-Nazi’at:9. Pandangannya tunduk

QS.Al-Qamar:7. Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan

QS . Thaahaa:108. Pada hari itu manusia mengikuti penyeru [#] dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.

[#] Yang dimaksud dengan penyeru di sini ialah Malaikat yang memanggil manusia untuk menghadap ke hadirat Allah

QS.59 Al-Hasyr:21. Kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir

QS.68 Al-Qalam:43. pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. dan Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam Keadaan sejahtera[*].

[*] Maksudnya: ialah bahwa mereka berkesempatan untuk melakukan sujud, tetapi mereka tidak melakukannya

Q S.41 Fushshilat:39. Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau Lihat bumi kering dan gersang , Maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Silahkan saudara bayangkan sedang di akhirat, bangkit dari kubur dalam keadaan penuh dosa, sedikit amal, takut, patuh, was was, digiring malaikat penyeru, hina, ingkar pada perintah Allah, lalai shalat, lalai zakat, kikir sedekah, haus, tenggorokan kering ditengah padang makhsyar dan sebagainya. Dan semoga saudara MERASAKAN apa yang dimaksud KHUSYU.

Sedangkan pengertian KHUSYU dalam shalat ialah: Kondisi hati yang penuh dengan ketakutan, mawas diri dan tunduk pasrah dihadapan keagungan Allah. Kemudian semua itu membekas dalam gerak-gerik anggota badan yang penuh hikmat dan konsentrasi dalam shalat, bila perlu menangis dan memelas pada Allah sehingga tidak memperdulikan hal lain.

KHUSYU ialah berawal hati, jika hati kita ditata rapih, insya Allah mudah mencapai KHUSYU, namun jika hati kita sudah tergesa-gesa dan memikirkan hal lain dalam shalat, maka pikiran pun dapat melayang. Tundalah semua makhluk & dunia jika akan shalat dan menghadap Allah.

Setelah MERASAKAN bagaimana rasanya kita bangkit dari kubur di hari akhir menuju padang makhsyar, masihkah kita menggunakan ALLAH sebagai bahan ejekan, bercanda, bergurau, olok-olok? Sepantasnyalah hati kita bergetar mendengar lafadz ALLAH disebutkan jika mengingat kematian / dibangkitkan nanti

QS.8 Anfaal:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, GEMETARLAH HATI MEREKA , dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Berapa kali kita lafadzkan “ALLAH ” dalam shalat kita? Dalam 1 rakaat saja sudah 6 X takbir, adakah GEMETARdalam hati kita?

QS.39 Az-Zumar:23. Allah telah menurunkan Perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa lagi berulang-ulang, GEMETAR KARENANYA KULIT ORANG-ORANG YANG TAKUT KEPADA TUHANNYA , kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun.

Sering kita lihat sekitar kita, beberapa oknum yang menyebut Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, orang-orang shalih, haji & kyai sebagai bahan ejekan, bercanda, bergurau, olok-olok dan sejenisnya. Maka hal ini dapat mengeraskan hati mereka, SUKAR MENCAPAI SHALAT KHUSYU, bahkan, pelakunya disebut dengan gelarKAFIR dan diancam dengan JAHANAM S E L A M A N Y A

QS.18 Kahfi:106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam , disebabkan kekafiran mereka & disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok

QS.45 Jaatsiyah: 9. Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok . Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan

QS.9 Taubah:65… tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja .” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?

Advertisements